SEJARAH SINGKAT KOTA SOLOK

Kabupaten Solok, daerah pemerintahan di Provinsi Sumatera Barat yang terletak antara 01º 20’27 “-01º 21’39” Lintang Selatan dan 100º 25’00’-100º 33’43 ‘Bujur Timur. Secara formal formal, Kabupaten Solok dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Daerah di Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah. Saat itu, Kabupaten Solok terdiri dari 12 kecamatan, 247 desa dan 6 kecamatan.

SEJARAH SINGKAT KOTA SOLOK
SEJARAH SINGKAT KOTA SOLOK

SEJARAH SINGKAT KOTA SOLOK

Peringatan Kabupaten Solok ditetapkan pada 9 April 1913 dengan Peraturan Daerah Kabupaten Solok Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pembentukan peringatan Kabupaten Solok. Penentuan ini didasarkan pada, antara lain, fakta sejarah bahwa pada tanggal itu nama Solok pertama kali digunakan sebagai nama unit administrasi tingkat kabupaten yaitu Afdeeling Solok sebagaimana dinyatakan dalam Besluit Gubernur Jenderal Belanda yang kemudian diterbitkan dalam Staatsblad van Nederlandsch-Indie 1913 Nomor 321. Sejak nama itu didirikan Solok berada di tingkat Kabupaten pada tahun 1913 (meskipun nama wilayah administrasi telah berubah, seperti Bun di era Jepang, Luhak pada saat kemerdekaan dan kemudian Kabupaten. sampai sekarang), Solok masih digunakan sebagai wilayah administrasi administratif.

Pada tahun 1970, ibukota Kabupaten Solok dikembangkan dan didirikan sebagai kota dengan nama Kotamadya Solok. Mengubah status ibu kota Kabupaten Solok menjadi wilayah pemerintahan baru tidak disertai dengan perpindahan ibu kota ke lokasi baru. Pada tahun 1979 Kabupaten Solok baru saja memindahkan pusat layanan pemerintah dari kota Solok ke Koto Baru, Kabupaten Kubung, tetapi secara hukum ibukota Kabupaten Solok masih tetap Solok.

Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah kabupaten / kota diberikan wewenang nyata dan luas serta tanggung jawab penuh untuk mengatur daerahnya masing-masing. Kabupaten Solok, yang pada saat itu memiliki luas 7.084.2 Km², memiliki kesempatan untuk mengatur wilayah administrasi. Pengaturan pertama dilakukan pada tahun 1999 dengan membuat wilayah kecamatan yang pada tahun 1980 menetapkan sebanyak 13 kecamatan utama ditingkatkan menjadi 14 sedangkan jumlah desa dan kelurahan tetap sama.

Pengaturan wilayah administrasi berikutnya terjadi pada tahun 2001 sejalan dengan semangat “babaliak banagari” di Kabupaten Solok. Dalam pengaturan wilayah administrasi ini ada perubahan signifikan di mana wilayah pemerintahan yang awalnya terdiri dari 14 kecamatan, 11 Kantor Perwakilan Kabupaten, 247 desa dan 6 kecamatan direorganisasi menjadi 19 kecamatan, 86 Nagari, dan 520 jorong. Wilayah administrasi terakhir ditetapkan oleh Perda nomor 4 tahun 2001 tentang pemerintahan Nagari dan Perda nomor 5 tahun 2001 tentang Pemetaan dan Pembentukan Kecamatan.

Pada akhir tahun 2003, Kabupaten Solok kembali dibagi menjadi dua kabupaten, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Pembagian ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003 dan menjadikan wilayah Kabupaten Solok berkurang menjadi 3.738 Km². Bahkan divisi ini telah mengurangi jumlah wilayah administrasi di Kabupaten Solok menjadi 14 Distrik, 74 Nagari dan 403 Jorong.

Jika ditelusuri dari undang-undang pembentukan, Kabupaten Solok baru berusia 54 tahun, tetapi Kabupaten Solok bukan daerah baru karena Solok sudah ada jauh sebelum undang-undang ini dikeluarkan. Selama masa kolonial Belanda, pada 9 April 1913 nama Solok digunakan sebagai nama unit administrasi tingkat distrik, Afdeeling Solok, sebagaimana disebutkan dalam Gubernur Jenderal Besluit Belanda yang kemudian diterbitkan dalam Staatsblad van Nederlandsch- Indie. Sejak berdirinya nama Solok tingkat kabupaten pada tahun 1913 sampai sekarang Solok telah digunakan sebagai nama wilayah administrasi tingkat kabupaten / kota.

Dengan berbagai pertimbangan dan studi mendalam tentang berbagai momen bersejarah lainnya untuk Solok secara umum, pemerintah daerah dan masyarakat sepakat untuk memasukkan nama Solok pada tanggal 9 April 1913 sebagai nama unit administrasi tingkat kabupaten sebagai momentum untuk diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Solok. Bahkan perjanjian ini dikukuhkan oleh Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pembentukan HUT Kabupaten Solok.

Leave a Reply