SEJARAH SINGKAT KOTA PRABUMULIH

Kira-kira 700 Tahun yang lalu Puyang Tageri Jurisdiksi Jurucakap Puyang Singe Penerus Baru dan Pengasas Triple Spine dan dibesarkan dengan cucu cucu masing-masing untuk membina rumah anak yatim di Uleh Hamlet, Tanjung Raman, Talaraja, Karang Raja, Muara Dua dan Gunung Kemala Kampung. Sekitar 250 tahun yang lalu Kampung Uleh Hammer masih dipanggil Lubuk Bernai yang diketuai oleh Kerio bernama Keri Budin dan Ketua Incense adalah Puyang Dayan Duriat Puyang Tegeri yang dibantu oleh Minggun, Resek, Jamik, untuk mencari tanah tinggi (Merge uleh) yang ditetapkan oleh empat daripada mereka (Dayan, Resek, Minggun, dan Jamik) untuk mendirikan kampung mereka dengan keturunannya yang menghadap ke Tanah Penggabungan (Meningkat / Bertambah) dengan nama Kebur Bunggin, Laguna Elegant, Ulu Terbakar dan Larang Coral. Dengan persetujuan mereka, kampung ini dengan empat kampung bernama Uleh Uleh berpegang teguh pada adat Simbur Light.

SEJARAH SINGKAT KOTA PRABUMULIH
SEJARAH SINGKAT KOTA PRABUMULIH

SEJARAH SINGKAT KOTA PRABUMULIH

Penggabungan Uleh bertukar menjadi melayu Peraboeng dan dalam pendudukan Jepun berubah menjadi Peraboeh Moelih dengan ejaan sekarang termasuk Prabumulih termasuk di Marambang Rambang Central Axis dengan Pusat Kerajaannya di Tanjung Rambang yang digabungkan di daerah Onder Afdeeling Ogan Ulu dengan status Marga Governance termasuk Suku I, Lembah Hollow Cliffs II dan Pasak Central Cliffs yang diketuai oleh Pasirah.

Dengan menyerahkan Jepang kepada Pasukan Sekutu, Wilayah Administratif “GUN” berubah menjadi Kewadanaan, pada saat ini Barisan Pelopor Republik Indonesia (BPRI) lahir selama masa ini terdapat perubahan dalam Pemerintahan Marga dengan pemecatan massal kepala Marga, dan penunjukan Kepala Marga Baru sebagai hasil pemilihan langsung oleh rakyat pada tahun 1946 sementara distrik Muara Enim dibagi menjadi Kawedanan Lematang Ilir dan Kewedanaan Lematang Ogan Tengah, untuk Prabumulih termasuk Kewedanaan Lematang Ogan Tengah dengan Wilayah meliputi:

a. Kabupaten Prabumulih

b. Kabupaten Tanah Abang

c. Kabupaten Gelumbang.

Dengan dihapuskannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965, status tingkat Pemerintahan di bawah Kabupaten adalah wilayah kecamatan yang dipimpin oleh Camat, sedangkan Pemerintah terendah adalah Marga yang dipimpin oleh Pasirah.

Dengan dihapusnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang prinsip-prinsip pemerintahan daerah, pasal 88 yang menyatakan bahwa peraturan Pemerintah Desa diatur oleh hukum, tindak lanjut pasal tersebut dikeluarkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa sehingga diumumkan dan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 dinyatakan batal demi hukum, sehingga Pemerintah Marga dicopot dan Pemerintah merupakan yang terendah langsung di bawah Camat, yaitu desa / kelurahan Pemerintahan dipimpin oleh Kepala Desa. Sementara Kewedanaan Prabumulih menjadi Distrik Prabumulih. Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah sesuai dengan prinsip-prinsip Demokrasi dan UUD 1945, maka Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tanggal 7 Mei 1999.

Kecamatan Prabumulih ditingkatkan menjadi Kota Administratif Prabumulih berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1982, yang diresmikan oleh Menteri Luar Negeri Ad Interin Bp. Soedarmono, SH. Pada 10 Februari 1983 dengan luas 21.953 yang meliputi:

1. Kecamatan Prabumulih Barat

– Kelurahan Pasar Prabumulih

– Kelurahan Prabumulih

– Desa Gunung Kemala

2. Kecamatan Prabumulih Timur

– Desa Karang Raja

– Desa Muara Dua

– Desa Sukaraja

– Desa Tanjung Raman

– Desa Karang Jaya

– Desa Gunung Ibul

– Desa Persiapan Gunung Ibul Barat

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 572 / SK / III / 1992 tanggal 31 Agustus 1992, Kelurahan Pasar Prabumulih dibagi menjadi 3 Kecamatan, yaitu:

1. Kelurahan Pasar Prabumulih

2. Kelurahan Persiapan Pasar Prabumulih Utara

3. Kelurahan Persiapan Pasar Prabumulih Selatan

Dan Kelurahan Prabumulih dimekarkan menjadi 3 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Prabumulih

2. Kelurahan Persiapan Prabumulih Timur

3. Kelurahan Persiapan Prabumullih Barat.

Sedangkan Desa Karang Raja ditingkatkan menjadi Kelurahan Persiapan Karang Raja.

Kota Administratif Prabumulih yang merupakan bagian dari Kabupaten Muara Enim, awalnya terdiri dari Kabupaten Prabumulih Barat dengan 6 Desa Desa dan Distrik Prabumulih Timur dengan 6 Desa 1 Desa.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 2 Tahun 2001 tanggal 27 April 2001 tentang Pembentukan 2 Distrik Baru yaitu Kabupaten Cambai yang mencakup 7 Desa dan Kabupaten Rambang Kapak Tengah yang mencakup 5 Desa yang masuk dalam Wilayah Administratif Prabumulih. Sehingga Administrasi Pemerintahan Kota Prabumulih terdiri dari 4 Kecamatan, 12 Kecamatan dan 14 Desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2001 Pada tanggal 21 Juni 2001 tentang Pembentukan Kota Prabumulih, statusnya telah ditingkatkan menjadi Pemerintah Kota Prabumulih.

Dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2001 di Jakarta, kemudian pada tanggal 12 November 2001 Gubernur Sumatera Selatan atas nama Menteri Dalam Negeri menunjuk Drs. Sudjiadi, MM. AS Penjabat Walikota Prabumulih dengan tugas:

Leave a Reply